Jumat, 23 September 2011

Jagoan Baru Besutan Honda Motor

| Jumat, 23 September 2011 | 0 komentar



Jagoan Baru Besutan Honda Motor. Produsen sepeda motor Honda kembali meluncurkan model motorsport terbarunya, Honda CBR250R, di Bangkok, Thailand, 27 Oktober lalu. Peluncuran perdana dilakukan di hadapan ratusan jurnalis dari delapan negara, yakni Indonesia, Malaysia, India, Pakistan, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Thailand.

Honda CBR250R merupakan jenis motorsport jalanan yang bisa digunakan baik oleh pemula maupun profesional. Model tersebut akan diproduksi di Thailand yang akan dipasarkan secara global ke negara-negara ASEAN, Amerika Utara, Eropa, Jepang, dan Australia mulai tahun 2011. Sementara produksi di India akan dipasarkan ke negara Asia Selatan dan Amerika Selatan.

Menurut Senior Managing Director Chief Operating Officer for Motorcycle Operations Honda Motor CoLtd Tatsuhiro Oyama, Honda CBR250R merupakan produk global kedua yang diluncurkan Honda kepada masyarakat dunia setelah pada November 2009 meluncurkan Honda PCX. Honda CBR250R merupakan produk motorsport pertama buatan Asia yang dipasarkan secara global.

”Kami merencanakan untuk mengekspor Honda CBR250R buatan Thailand dan India ini ke-22 negara di dunia,” ujar Managing Director Chief Operating Officer for Regional Operations (Asia & Oceania) Honda Motor CoLtd Fumihiko Ike.

Pada awal produksinya, Honda menargetkan penjualan 60.000 unit Honda CBR250R di 22 negara pada 2011. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan jumlah penjualan sepeda motor Honda di seluruh dunia yang saat ini mencapai 17 juta unit. Sebanyak 14 juta unit di antaranya merupakan kontribusi pasar Asia, termasuk Indonesia.

Presiden Direktur PT Astra Honda Motor Yusuke Hori optimistis Honda CBR250R dapat diterima pasar di Indonesia. ”Perkiraan penjualan di Indonesia mencapai 10.000 unit,” kata Yosuke Hori.
Aman, nyaman, dan efisien
Konsep yang dibangun untuk membuat model Honda CBR250R berdasarkan hasil riset dan pengembangan tim Honda kepada konsumen di seluruh dunia. Sebagian besar konsumen menginginkan sebuah motorsport yang nyaman saat dipakai turing ataupun harian, memiliki desain yang unik dan bergaya motor kelas atas, serta harganya lebih ekonomis.

Honda CBR250R menggunakan mesin bersilinder tunggal, DOHC, berpendingin air, over square (76 x 55 mm), berteknologi injeksi bahan bakar (programmed fuel injection system/PGM-FI), dan berkapasitas mesin 249cc. Mesin bekerja lebih efisien karena menggunakan sistem injeksi yang menggantikan fungsi karburator untuk menyuplai bensin ke mesin. Meskipun bersilinder tunggal, desain ruang bakar dan saluran inlet/outlet-nya dirancang khusus untuk mesin berkarakter kencang dengan empat klep.

Saat Kompas melakukan uji jalan di Sirkuit Bira, Pattaya, Thailand, 28 Oktober lalu, sepeda motor yang memiliki enam gigi persneling tersebut sangat bertenaga, tetapi mudah dikendarai. Dengan rasio kompresi 10,7 banding 1, bahan bakar yang harus digunakan adalah Pertamax. Spesifikasi mesin over square-nya memudahkan motor diajak lari spontan, tetapi tetap efisien karena dilengkapi pemasok bensin berinjeksi. Selain itu, jagoan baru Honda ini juga dibekali monoshock pada suspensi belakang bertipe swing arm (pro-link suspension system).

Sepeda motor yang memiliki kapasitas tangki bahan bakar 13 liter tersebut juga dilengkapi dengan aplikasi anti-lock brake system (ABS) pada rem belakang yang diklaim sebagai yang pertama di kelasnya. Sistem ABS mencegah roda mengunci saat dilakukan pengereman. Teknologi tersebut dikombinasikan dengan combined brake system (CBS) pada rem depan sehingga gabungan kedua sistem pengereman mampu membuat rem depan dan belakang bekerja secara simultan. Jika rem belakang ditekan, rem depan aktif.

Desain Honda CBR250R terlihat simpel, aerodinamis, ramping, dan elegan. Posisi setang, jok, dan pijakan kaki bisa mengakomodasi postur tubuh kebanyakan orang Asia sehingga lebih enak digunakan di perkotaan. Lampu depan menyatu dengan perisai penahan angin yang dirancang untuk mengurai empasan angin dari depan. Sementara panel instrumen di baliknya didesain futuristik, mengombinasikan indikator pengukur putaran mesin (rpm) yang masih analog dengan indikator kecepatan, jumlah bahan bakar, total jarak tempuh, dan temperatur mesin yang menggunakan indikator digital.[kompas]


Baca Juga Artikel Yang Berkaitan



0 komentar:

 
© Copyright 2011. All rights reserved powered by Blogger.com | Template by o-om.com - zoomtemplate.com
ILMU KIETA | Tempat Sharing Dan Bertukar Ilmu | ILMU KIETA