Jumat, 15 Juli 2011

Susu Bisa Jadi Penghilang Rasa Sakit .?

| Jumat, 15 Juli 2011 | 0 komentar

Di beberapa bangsa, terutama bangsa Eropa, meminum susu telah menjadi kebiasaan yang lumrah dilakukan setiap sarapanSusu terus diproduksi dengan cara mendirikan peternakan sapi perah. Pada zaman ini, susu tidak hanya diminum, melainkan diubah bentuknya menjadi margarin, yogurt bahkan es krim. Susu pun terus dikembangkan seiring dengan kemajuan zaman. Di Eropa, industri susu sangat maju dalam hal teknologi dan kualitas susu itu sendiri. Susu-susu yang diproduksi di Eropa, rata-rata mengandung kandungan gizi yang tinggi. Ini sangat baik bagi kesehatan dan pertumbuhan kita. Hal ini yang menyebabkan, tinggi rata-rata orang Eropa jauh dari tinggi rata-rata orang Asia. Susu mengandung banyak sekali kalsium yang dapat menguatkan tulang.

Susu diketahui mengandung banyak nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh. Kini bertambah satu lagi manfaat dari susu yaitu bisa digunakan sebagai obat penghilang rasa sakit.

Para ilmuwan telah menemukan bahwa segelas susu mengandung 20 zat yang bisa digunakan sebagai penghilang rasa sakit, antibiotik dan juga hormon pertumbuhan. Hal ini didapatkan setelah tim peneliti dari Spanyol dan Maroko menganalisis 20 sampel susu sapi bersama dengan susu kambing dan juga ASI.

Dalam studi ini peneliti menggunakan tes yang sangat sensitif. Didapatkan sejumlah bahan kimia dari susu sapi, kambing dan juga ASI bisa digunakan untuk mengobati berbagai penyakit pada manusia dan juga hewan.

Hasil detailnya peneliti menemukan kandungan niflumic acid dalam susu kambing, sedangkan dalam ASI mengandung jejak ibuprofen dan naproxen yang merupakan obat penghilang rasa sakit serta antibiotik triclosan dan beberapa hormon.

Sementara itu dalam susu sapi mengandung obat antiinflamasi niflumic acidmefenamat acid dan ketoprofen yang umum digunakan sebagai obat penghilang rasa sakit pada manusia dan hewan.

Selain ketiga bahan kimia tersebut, peneliti juga menemukan kandungan hormon 17-beta-estradiol yang merupakan suatu bentuk dari hormon seks estrogen. Hasil ini telah dilaporkan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry.

"Tes ini paling sensitif dibandingkan dengan jenis lainnya dan bisa digunakan untuk memeriksa kesehatan makanan jenis lain," ujar Dr Evaristo Ballesteros selaku ketua penelitian dari University of Jaen di Spanyol, seperti dikutip dari Indiavision, Jumat (15/7/2011).

Karena itu tak ada salahnya untuk mengonsumsi susu secara teratur. Selain bisa memberikan banyak manfaat bagi kesehatan, susu juga mampu menghilangkan rasa sakit di tubuh.


Baca Juga Artikel Yang Berkaitan



0 komentar:

 
© Copyright 2011. All rights reserved powered by Blogger.com | Template by o-om.com - zoomtemplate.com
ILMU KIETA | Tempat Sharing Dan Bertukar Ilmu | ILMU KIETA