Minggu, 21 Agustus 2011

Puisi Islam

| Minggu, 21 Agustus 2011 | 2 komentar

 Puisi Islam


Lupa
Oleh: TRI ULAN TAIPEI CITY

begitu jauh langkah kaki


menapak liku hidup penuh duri


diujung jalan tak bertepi


tertatih-tatih meraih mimpi


air mata derita


dihunjam berbagai dilema


telah membawa diri lupa PADANYA


lupa…keberadaNYA


lupa….segala yang kita punya


adalah kuasaNYA



Dusta
Oleh: Heru Rahmat Mulyadi
Cirebon, 19 Januari 2009 M
22 Muharam 1430 H

Tuhan


Kami tahu Engkau


Tak pernah memberi


Beban yang melebihi


Kemampuan kami


Engkau Maha Pengasih


Dan Penyayang


Senantiasa


Berikan berjuta rasa


Kepada hamba


Setiap satuan waktu


Tak jemu


Engkau berikan berjuta


Milyaran trilyunan


Bahkan


Tak terhitung jumlah


Molekul-molekul oksigen kepada


Hamba yang senantiasa berdusta



TAUBAT


April 18, 2009


dihamparan kain yang lusuh


jiwa tertunduk dan bersimpuh


memohon ampun dari yang maha pengampun


atas segala dosa-dosa


yang mencemari raga yang semakin renta


kami……


hanyalah setitik debu yang hina


yang rapuh dan tak lupat


dari hilaf serta dosa


tersadar didalam gelisah


setelah begitu jauh melangkah


setelah begitu jauh melangkah


setelah terlalu lama terlena


akan kenikmatan nafsu dunia fatamorgana


mungkinkah kan mengelupas dari tubuh


kotoran-kotoran


yang telah mendarah daging menjadi satu


kami tahu…..


tubuh [...]



Doaku untuk Pagi…..

March 23, 2009

saat pagi


menjelang hari


saat mentari


membias fajar


aku ingin


terlintas kata


terucap firman MU


wahai kekasih Sejati


Yang penuhi semesta


dengan cintamu


ucapkanlah dengan iradat MU


aku bagian kekasih MU


Ucapkanlah dengan iradat MU


aku bagian kerinduan MU


Ucapkanlah dengan iradat MU


kau dan aku satu


satu rasa, sirr, sifat,dan zat


yang tak terpisahkan


oleh apapun selamanya


by: sandythedreamer


(surya mencaridunya.blogspot.com)



Gugur….

March 23, 2009

Diam..


Dan dengarkan..


Daun berjatuhan..


Berguguran..


Rasakan..


Senja mulai hilang..


Terbenam dalam angan..


Mengenang semua kerinduan..


Katakan..


Ku mencintaimu kemudian..


Rinduku yang demikian..


Sanggupkah aku bertahan..


Siang..


Hingga malam menjelang..


Terbayang wajahmu perlahan..


Tak sanggup aku memandang..


Baca Juga Artikel Yang Berkaitan



2 komentar:

iffredista mengatakan...

mantap puisinya!! bagus bagus semua terutama puisi islaminya!!! sangat inspiratif sekali. salam kenal ya, teruslah berkarya..

@priliano'S Doni mengatakan...

sama sama . . . ;)

 
© Copyright 2011. All rights reserved powered by Blogger.com | Template by o-om.com - zoomtemplate.com
ILMU KIETA | Tempat Sharing Dan Bertukar Ilmu | ILMU KIETA